Senin, 01 Oktober 2012

Sejarah Lahirnya Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia (IAIFI)




       Dalam kesempatan bertemu diberbagai pertemuan/seminar ilmiah di tahun 1964, beberapa pakar Ilmu Faal muda melontarkan gagasan untuk menghimpun para Ahli Ilmu Faal dalam satu ikatan profesi. Gagasan ini mendapat tanggapan positif dari para sesepuh Ilmu Faal dikala itu, yaitu Prof. R. Soetarman, dr dari Universitas Indonesia, Prof. Moch. Said, dr. dari Universitas Indonesia dan Prof. J.A Wibowo, dr. dari Universitas Airlangga.
       Sebagai tindak lanjut dari pertemuan-pertemuan informal tersebut, para pakar Ilmu Faal muda ini sepakat untuk berkumpul di Yogyakarta, dalam rangka membentuk suatu ikatan profesi ilmu faal. Bagian Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada disepakati untuk menjadi tuan rumah penyelenggara. Dipenghujung tahun 1964, yaitu pada hari Rabu, tanggal 24 Desember 1964 berdatanganlah para faalwan muda ke Yogyakarta. Panitia menyediakan tempat menginap di guesthouse Universitas Gadjah Mada di Sekip Blok M - 3 Yogyakarta, sedang tempat sidang disediakan di Sekip Blok K - 5 Yogyakarta.

Adapun para peserta yang hadir adalah:
Jakarta                 : Hariadi, dr
                               Soerjani, dr
                               Adi Widjaja, drg
Bandung              : Soedjatmo Soemowerdojo, dr
                               Soedijono Brotoprawiro, dr
                               Santoso Giriwidjojo, dr
Yoyakarta            :  Achmad Mohammad Djojosugito, dr
                               Abijono, dr

                               Bambang Soempeno, dr
                               Sri Kadarsih Soejono, dr
Surabaya              : Mudjono, dr
                               Soedarso Djojonegoro, dr

Sidang direncanakan dua hari, dimulai pada hari Kamis tanggal 25 Desember 1964, jam 08.00 pagi, dipimpin oleh Soedjatmo Soemowerdojo, dr (Kepala bagian Ilmu Faal FK UNPAD Bandung, selaku peserta yang tertua). Sidang-sidang penyusunan AD/ART berlangsung lancar sehingga dapat diselesaikan pada jam 23.00.
       Sidang memutuskan untuk menetapkan hari Kamis Kliwon 25 Desember 1964, sebagai hari lahirnya IKATAN AHLI ILMU FAAL INDONESIA (IAIFI). Keesokan harinya tanggal 26 Desember 1964 pada penutupan sidang, di resmikanlah berdirinya organisasi profesi baru dengan nama IKATAN AHLI ILMU FAAL INDONESIA, disingkat I A I F I dan dalam bahasa Inggris disebut The Indonesian Physiological SocietySelanjutnya kongres demi kongres IAIFI dilaksanakan, berjalan lancar, aman dan tertib, serta keanggotaan Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia semakin berkembang dan berasal dari profesi Faal Manusia, Faal Hewan dan Faal Tumbuhan. Pada Kongres pertama kali Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia di Bandung pada tanggal 30 Oktober 1969, terbentuk pengurus pusat Ikatan Ahli Ilmu Faal Indonesia untuk periode tahun 1969-1972 dan sebagai ketua umum: H Soedjatmo Soemowerdojo, dr dan sekretaris: Soedijono Brotoprawiro, dr. Dalam kepengurusan tersebut ikut serta pakar dari bidang Ilmu Faal Hewan dan Ilmu Faal Tumbuhan, antara lain Prof. Dr. Drh. Djokowoerjo Sastradipradja dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor yang menjabat sebagai seksi: Hubungan Luar Negeri.
       Pada tahun-tahun berikutnya, seminar nasional/internasional IAIFI selalu dilaksanakan, berjalan dengan baik dan sangat bermanfaat bagi anggota IAIFI dan berbagai pihak lainnya.

Penyusun,




Prof. Soedarso Djojonegoro, dr., AIF
Perintis/Peserta Rapat Pembentukan IAIFI